Langsung ke konten utama

Asal Mula Keluarga Kelinci

Kelinci adalah hewan yang lucu,
Dia melompat ketika senang,
Dia sukai banyak orang,
Dia pandai menyesuaikan diri.
Ketika melihat kelinci, banyak anak - anak dan orang dewasa merasa terhibur.

Bagi kami,
Kehidupan adalah bagaimana kita menjadi manfaat.
Jika kami bisa memberikan kontribusi dengan cara mendidik, maka itulah yang kami maksimalkan,
dimanapun kami berada.

Bagaimanapun dan apapun, dimanapun dan siapapun,
Kami harus bisa menyesuaikan diri,
Kami harus bisa membawa diri,
Kami harus mampu memberikan kontribusi positif.

Tapi,
Bukan berarti kami melupakan kebahagiaan kami,
Kebahagiaan keluarga kami,
Bukan berarti kami meninggalkan kewajiban kami.

Tetap tujuan utama kami adalah beribadah.
Mengubah pola hidup bukan hal yang mudah.
Tapi insyaallah, semua akan jadi indah.

Keluarga Kelinci hanyalah sebuah nama kecil, bagi keluarga kecil kami.
Hanya ingin cerita kami mudah diingat.
Hanya ingin kisah kami dapat diambil manfaat.

Salam Kecil penuh makna dari kami
Keluarga Kelinci

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENATA

 Kita mulai kembali, Berlatih benahi diri Menemukan kembali, Kemampuan merangkai puisi Lama pena ini hanya sendiri Tak tersentuh oleh mimpi - mimpi, Hai, Bisakah kita kembali berseri?

GURU PENGGERAK EPISODE 1

  ARTIKEL TAK MUDAH TAPI BUKAN BERARTI MUSTAHIL (AKSI NYATA BUDAYA POSITIF DALAM PROGRAM GURU PENGGERAK) (Oleh: Yani Purbaningrum, S.Pd) CGP Angkatan 4 Kota Bandung   Program Guru Penggerak yang dibuat oleh pemerintah tentunya mempunyai tujuan yang mulia. Guru sebagai target diharapkan dapat menerapkan apa yang telah dipelajarinya di pendidikan dalam aksi nyata di sekolah atau lingkungan masing – masing. Melakukan perubahan – perubahan sederhana dari lingkup yang paling kecil secara konsisten agar berdampak ke perubahan besar berikutnya. Diharapkan para guru penggerak ini menjadi agen transformasi dunia pendidikan di Indonesia dengan segala problematika di dalamnya. Mengikuti Program Guru Penggerak dilakukan secara sadar karena keinginan dan harapan akan bergeraknya pendidikan kearah yang lebih baik. Materi – materi yang terdapat di dalamnya, seolah membuka kembali pikiran para guru tentang apa dan bagaimana harus melayani murid serta mempersiapkannya menjadi pen...

Teacher???

kali ini.. saya akan berbahasa Indonesia dulu ya teman.. karena.. posting kali ini sedikit "berat"... hohoho.... Pals!! pernah kah kita berpikir bahwa...Guru adalah awal pembentuk stereotype dalam benak siswa? Try to remember Pals!! let's do little bit flashback about almost 15 years ago maybe.. waktu jaman2 kita masih ungusan..#SD (red)... In our first grade.. guru meminta kita menggambar PEMANDANGAN...dan beliau memberi contoh.. beliau menggambar 2 buat segitiga yang digandeng (a.k.a gunung)..dua garis berkelok - kelok (a.k.a. jalan)..sebuah segitiga di atas persegi ( a.k.a. rumah )..dan banyak tanda centang (v) yang disebut sawah... right??? so,.what happen? selama bertahun - tahun berikutnya jika kita diminta menggambar dengan tema "pemandangan"..yang terlintas di benak kita adalah..gunung, sawah, rumah, dan jalan berkelok..... karena itulah stereotype tentang "pemandangan" yang ditanamkan guru kita.. apakah pemandangan hanya sebat...