Langsung ke konten utama

Harapan dan Kenyataan

Manusia selalu penuh dengan harapan,
Saat kita berangkat tidur, kita berharap terbangun esok pagi,
Saat kita bangun pagi, kita berharap aktivitas berjalan lancar hari ini,
Kita berharap rejeki yang berlimpah,
Kita berharap kesehatan yang berkah,
Kita berharap hidup kita baik - baik saja.
Lalu,
Jika harapan kita tidak sesuai kenyataan?
Jika kita terseok bngun pagi?
Ketika rejeki tak sepenuh harapan?
Ketika sakit tiba - tiba datang?
Rasa apa yang ada?
Marah, sedih, kecewa?

Apa benar kita tidak layak berharap?
Bukan,
Bukan itu esensi berharap.
kita wajib punya harapan, impian,
setinggi mungkin,
tapi juga harus siap dengan segala kemungkinan.
Allah
tempat satu-satunya berharap,
itulah kenapa akan ada dan harus selalu ada plan A, B, C

ikhlas,
hal paling gampang diucapkan tapi paling sulit dilakukan.
tapi,inilah yang membuat kita tetap kuat.

#celotehibukelinci

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENATA

 Kita mulai kembali, Berlatih benahi diri Menemukan kembali, Kemampuan merangkai puisi Lama pena ini hanya sendiri Tak tersentuh oleh mimpi - mimpi, Hai, Bisakah kita kembali berseri?

GURU PENGGERAK EPISODE 1

  ARTIKEL TAK MUDAH TAPI BUKAN BERARTI MUSTAHIL (AKSI NYATA BUDAYA POSITIF DALAM PROGRAM GURU PENGGERAK) (Oleh: Yani Purbaningrum, S.Pd) CGP Angkatan 4 Kota Bandung   Program Guru Penggerak yang dibuat oleh pemerintah tentunya mempunyai tujuan yang mulia. Guru sebagai target diharapkan dapat menerapkan apa yang telah dipelajarinya di pendidikan dalam aksi nyata di sekolah atau lingkungan masing – masing. Melakukan perubahan – perubahan sederhana dari lingkup yang paling kecil secara konsisten agar berdampak ke perubahan besar berikutnya. Diharapkan para guru penggerak ini menjadi agen transformasi dunia pendidikan di Indonesia dengan segala problematika di dalamnya. Mengikuti Program Guru Penggerak dilakukan secara sadar karena keinginan dan harapan akan bergeraknya pendidikan kearah yang lebih baik. Materi – materi yang terdapat di dalamnya, seolah membuka kembali pikiran para guru tentang apa dan bagaimana harus melayani murid serta mempersiapkannya menjadi pen...

Teacher???

kali ini.. saya akan berbahasa Indonesia dulu ya teman.. karena.. posting kali ini sedikit "berat"... hohoho.... Pals!! pernah kah kita berpikir bahwa...Guru adalah awal pembentuk stereotype dalam benak siswa? Try to remember Pals!! let's do little bit flashback about almost 15 years ago maybe.. waktu jaman2 kita masih ungusan..#SD (red)... In our first grade.. guru meminta kita menggambar PEMANDANGAN...dan beliau memberi contoh.. beliau menggambar 2 buat segitiga yang digandeng (a.k.a gunung)..dua garis berkelok - kelok (a.k.a. jalan)..sebuah segitiga di atas persegi ( a.k.a. rumah )..dan banyak tanda centang (v) yang disebut sawah... right??? so,.what happen? selama bertahun - tahun berikutnya jika kita diminta menggambar dengan tema "pemandangan"..yang terlintas di benak kita adalah..gunung, sawah, rumah, dan jalan berkelok..... karena itulah stereotype tentang "pemandangan" yang ditanamkan guru kita.. apakah pemandangan hanya sebat...