Langsung ke konten utama

DETIK

1 Detik,
aku ingin menuangkan semuanya dalam kata - kata..
semua amarah ini, semua kekecewaan ini,.

2 Detik
entah pada siapa aku harus menyampaikan semua pikiran dan amarahku,
karena bahkan bukan kamu yang menjadi penyebabnya..

3 Detik
aku menyadari hanya bisa menangis,
membayangkan dirimu menumpahkan segalanya padamu,

4 Detik
aku mengira engkau yang salah atas semua ini,
kau yang bertanggung jawab atas semua yang terjadi dalam hidupku,
atas pilihanku..

5 Detik
aku mulai mengerti,
bahwa aku yang sepenuhnya salah atas semua pilihan yang aku setujui,

6 Detik
lalu aku harus marah pada diriku?
aku harus menyesali segalanya seorang diri..

7 Detik
bahkan sejak awal aku tidak tau apa yang harus aku lakukan dan apa yang akan terjadi,.

8 Detik
ingin kembali pun rasanya tidak mungkin saat hati ini benear - benar ingin kembali,.

9 Detik
Bisakah aku bertahan dengan semua kekecewaan yang aku rasakan,
saat semua yang aku usahkan ternyata ta ada artinya disini,

10 Detik
dan semua yang menungguku disana telah sedemikian kecewa pada keputusanku
pun untuk kembali, aku harus memulainya lagi.
dari NOL...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENATA

 Kita mulai kembali, Berlatih benahi diri Menemukan kembali, Kemampuan merangkai puisi Lama pena ini hanya sendiri Tak tersentuh oleh mimpi - mimpi, Hai, Bisakah kita kembali berseri?

Sebuah Koneksi Antar Materi : KEPUTUSAN YANG MENYENTUH MASA DEPAN

Panjangnya perjalanan pendidikan guru penggerak bukanlah hal yang mudah untuk dilalui. Melihat banyaknya orang yang memandang sebelah mata program guru penggerak ini dan menyangsikan lulusannya terkadang membuat hati miris. Pendidikan guru pengerak memberikan banyak pembelajaran yang tidak didapat di tempat lain bahkan di bangku kuliah sekalipun. Komposisi materi yang luar bisa membuka dan merubah paradigma tentang seorang pendidik yang diharapkan menjadi seorang pemimpin pembelajar yang mampu mempersiapkan generasi yang kuat dan tangguh di masa yang akna datang. Waktu yang dibutuhkan untuk pendidikan ini akan terasa kurang jika calon guru penggerak menyadari betul bahwa selama ini, kita yang merasa sudah menjadi guru yang baik ternyata masih jauh dari kata baik.   Di modul ini saya pribadi belajar untuk lebih bijak dalam memandang sebuah masalah. Mengaitkan dengan materi – materi sebelumnya memunculkan pemahaman baru yang luar biasa. Bahwa guru, tidak hanya sekedar menyampaikan pe...

Teacher???

kali ini.. saya akan berbahasa Indonesia dulu ya teman.. karena.. posting kali ini sedikit "berat"... hohoho.... Pals!! pernah kah kita berpikir bahwa...Guru adalah awal pembentuk stereotype dalam benak siswa? Try to remember Pals!! let's do little bit flashback about almost 15 years ago maybe.. waktu jaman2 kita masih ungusan..#SD (red)... In our first grade.. guru meminta kita menggambar PEMANDANGAN...dan beliau memberi contoh.. beliau menggambar 2 buat segitiga yang digandeng (a.k.a gunung)..dua garis berkelok - kelok (a.k.a. jalan)..sebuah segitiga di atas persegi ( a.k.a. rumah )..dan banyak tanda centang (v) yang disebut sawah... right??? so,.what happen? selama bertahun - tahun berikutnya jika kita diminta menggambar dengan tema "pemandangan"..yang terlintas di benak kita adalah..gunung, sawah, rumah, dan jalan berkelok..... karena itulah stereotype tentang "pemandangan" yang ditanamkan guru kita.. apakah pemandangan hanya sebat...